DARI HOBI JADI PENGUSAHA ‘WEDDING ORGANIZER”
TRANSBISNIS, Kutoarjo -Keberhasilan dan kesuksesan adakalanya berangkat dari hobi. Yang tadinya hanya sekedar iseng atau coba-coba, tidak sedikit yang kemudian menjadi ’pengusaha’. Hal ini pula kiranya yang terjadi pada Hj. Suwondo, pemilik ”As-Salam” Wedding Organizer yang beralamat di Wirotaman Kutoarjo. Berawal dari hobi, Ibu lima anak ini memulai usahanya sekitar 17 tahun silam. Tepatnya tahun 1992, dengan hobi meriasnya, dia sering membantu kalau ada orang hajatan. Semua kesempatan ‘bantu-bantu’ ini dia geluti mulai dari merias, dekor, ataupun memasak untuk persiapan hajatan.
”Dulu kan ini dasarnya dari hobi belaka. Eh, saya kecanduan bantu-bantu rias yang pada akhirnya saya membeli 1set alat untuk keperluan pernikahan. Disamping itu, ini juga dapat saya gunakan untuk menjalin tali silaturahmi dengan kerabat, teman, tetangga, dan orang-orang yang baru saya kenal yang meminta jasa saya,” Ujarnya ketika ditemui Transbisnis.
Perjalanan usahanya menang cukup unik. Tahun ’92 Ibu yang juga Guru SD ini hanya memiliki sebuah kursi manten dan geber batik, semuanya satu set. Lalu ketika mulai ada yang menggunakan jasa rias saya, tarifnya masih murah sekali. Dulu konsumen cukup mengeluarkan biaya sekitar 75ribu, sudah termasuk dekorasi dan rias.
Hasil dari rias waktu itu ditabung untuk persiapan menambah peralatan. Secara bertahap Hj. Suwondo dapat membeli rono, kursi besan dan peralatan prasmanan yang dapat memenuhi kebutuhan konsumennya. Sekarang harga sudah mulai mahal, dan tariff saya pun saya sesuaikan.
Lewat cerita dari bibir ke bibir, dari orang ke orang. Itulah proses yang terjadi hingga orang banyak menggunakan jasanya. bahkan ada yang berlangganan satu keluarga. Dimulai dari teman dan tetangga, terus tersebar begitu saja. Untuk mendukung pemasarannya, As-Salam memberi bonus untuk setiap pemesanan jasa. Misal berupa kue pernikahan, potongan harga, atau baju pengantin. ”Kan kita tahu, kalau pembeli adalah raja. Jadi harus dilayani sebaik mungkin,” lanjutnya.
Perkembangan As-Salam pun berlanjut. Order yang diterima saat ini sangat beragam. Mulai dari mantenan/pernikahan, khitanan, tasyakuran kelahiran anak, ulang tahun, hingga keperluan panggung konser.
Suka duka setiap usaha pasti ada. Hj. Suwondo pun begitu. Melalui usaha tersebut, dia dapat mengenal banyak orang dan menambah tali silaturahmi. Terus dapat menambah penghasilan keluarga. “Sedangkan dukanya, yaitu soal pembayaran. Yang jelas kita mesti tetap sabar,” sambungnya sambil tersenyum. Kadang ada yang pembayarannya belum lunas, atau ada barang yg digunakan hilang, rusak, atau tertukar.
Yang semakin menambah kebahagiaan pemilik As-Salam ini adalah dukungan penuh suami dan anggota keluarga. Mulanya mereka cuek dan terus menganggap terlalu sibuk sampai susah sediakan waktu untuk keluarga. Namun, seiring waktu mereka sekarang justru mendukung usaha tersebut. Bahkan anak-anaknya berniat meneruskan serta mengembangkannya. (Dec ’09)
Koresponden : Dadang – D3 TI, POLSA Kutoarjo









