RAGIL JAYA : MANIFESTASI MAHASISWA JADI PENGUSAHA
TRANSBISNIS, Gebang – Sejak kecil pemuda yang satu ini bercita-cita menjadi pengusaha dan PNS. Tidak mengherankan jika masa remajanya di bangku kelas satu SMK favorit di Purworejo, dia sudah memulai usaha kecil-kecilan berdagang es kelapa muda bersama temannya. Obsesi Endri – panggilan akrabnya, untuk menjadi pengusaha semakin kuat. Ini dibuktikan dengan membuka usaha bengkel sepeda motor. Setelah lulus dari SMK, Endri dihadapkan pada dunia baru yaitu komputer. Hal ini menjadi mainannya sehari-hari sejak menjadi mahasiswa Politeknik Sawunggalih Aji (POLSA) Kutoarjo. Sebagai mahasiswa Diploma III Teknik Informatika, anak bungsu dari tiga bersaudara ini pada awalnya buta akan dunia computer. Namun hal ini justru menjadi pemicu baginya untuk mempelajari lebih dalam tentang computer dan informatika. “Saya ingin belajar computer. Dulu sebelum saya kuliah, kadang berfikir bagaimana nasib saya kalau tidak tahu tentang teknologi komputer. Padahal saya masih dikatakan anak jaman sekarang”, ungkapnya ketika ditemui di sela-sela perkuliahan di POLSA.
Proses yang dilalui Endri di bangku kuliah ternyata semakin menguatkan niatnya untuk menjadi pengusaha. Bidang yang dipilh yaitu usaha ketik, rental komputer dan foto copy. Bersama Arifin temannya, usaha itu dirintis melalui pembukaan usaha pengetikan di rumah dengan nama “RAGIL JAYA”. Ketika ditanya mengapa menggunakan nama itu, Endri menuturkan bahwa nama itu terispirasi dari dirinya yang merupakan anak bungsu (bahasa jawa = ragil) dari tiga saudara. Sedangkan Jaya adalah nama tambahan supaya jumlah huruf kesemuanya sembilan. “angka sembilan kan angka pembawa hoki”’ kilahnya sambil tertawa akrab ketika bercengkrama dengan Transbisnis. Jadilah nama usahanya “Ragil Jaya”.
Melanjutkan kisahnya, Endri menuturkan bahwa proses berdirinya usaha inipun harus dilaluinya penuh perjuangan. Sebagai anak Ragil, Endri tidaklah bisa seenaknya sendiri untuk mendapatkan berbagai fasilitas dari orang tua. Untuk membangun ruangan atau took, Endri pun harus penuh perjuangan. Setelah mendapat restu dari orang tua, mulai mencicil mengumpulkan batu kali dari sungai desa Keragilan Gebang. Setelah itu untuk dinding, dibuatlah batako sendiri bersama Arifin.
Akhirnya apa yang diimpikan tercapai juga. Pada tanggal 28 Juni 2009 toko ‘Ragil Jaya’ resmi dibuka. Toko itu melayani pengetikan, rental komputer, cetak foto dan foto kopi. Setelah berjalan beberapa bulan, ditambah lagi satu unit usaha yaitu foto studio yang didukung dengan perangkat video shooting professional. Pada bulan-bulan berikutnya, loket pembayaran listrik on-line, isi ulang pulsa, penjualan kartu perdana, alat-alat tulis, alat-alat listrik dan barang kelontong menjadi unit usaha pendukung yang semakin mengukuhkan Endri sebagai pengusaha muda.
“Kuliah saya saat ini sering terganggu karena harus mengelola order dan usaha saya saat ini. Saya berprinsip ‘kuliah nyambi usaha’. Mumpung saya masih muda, kesuksesan itu harus saya rintis dari sekarang. Saya sadar kalau merintis usaha perlu perjuangan besar. So… kuliah dan bisnis harus saya jalankan dengan optimal,” lanjut Endri. Ketika ditanya apakah nanti setelah lulus dari Politeknik Sawunggalih Aji apakah akan tetap mencari pekerjaan, Endri menjawab, ”Yang jelas saya harus jadi orang sukses.” (Dec ’09)









