PENCARIAN KHUSUS

AGENDA KITA

December 2009
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
www.buanaciptapustaka.com-edit PICTURE Studio Iklan_AnaTekstil_OK DEE_Catering_OK IKLAN_TRANSBISNIS

Men Quotes On Women

Responsibility is the thing people dread most of all. Yet it is the one thing in the world that develops us, gives us manhood or womanhood fiber.
Frank Crane
Quotes from Da Vinci's Muse

Produk SMART Telecom
Code Belanja K1-AF9Y88-X
di KutuKutuBuku.com

GELIAT ‘TEMPE BUNGKUS’ DI MASYARAKAT PESISIR

Friday, December 4, 2009
By goesfy

tempe_bungkusTRANSBISNIS, Ngombol – Indonesia merupakan produsen tempe terbesar di dunia dan menjadi pasar kedelai terbesar di Asia. Sebanyak 50% dari konsumsi kedelai Indonesia dilakukan dalam bentuk tempe, 40% tahu, dan 10% dalam bentuk produk lain (seperti tauco, kecap, dan lain-lain). Konsumsi tempe rata-rata per orang per tahun di Indonesia saat ini diduga sekitar 6,45 kg.

Perhatian yang begitu besar terhadap tempe sebenarnya telah dimulai sejak zaman pendudukan Jepang di Indonesia. Pada saat itu, para tawanan perang yang diberi makan tempe terhindar dari disentri dan busung lapar. Menurut Onghokham, tempe dengan kandungan gizinya serta harga yang sangat terjangkau, menyelamatkan masyarakat miskin dari malgizi (malnutrition).

Perlu kita ketahui bahwa banyak sekali khasiat yang ada pada tempe. Tempe berpotensi melawan radikal bebas. Hal ini dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif. Penyakit itu antara lain aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus dan kanker. Tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung dan hipertensi. Vitamin yang terkandung dalam tempe juga banyak. Ada dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin A, D, E, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).

Pada saat ini produsen tempe masih cukup banyak dijumpai, bahkan di pelosok-pelosok Desa sekalipun. Salah satunya adalah Minah, warga Desa Jombang, Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo. Minah yang berprofesi inti sebagai petani, memanfaatkan Tempe sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan kesibukan sehari-harinya membuat tempe bungkus, Dia merasakan bahwa peluang usaha ini cukup bagus. Hanya dengan membayar Rp.1.000,00 konsumen sudah mendapatkan 5 bungkus tempe ukuran biasa.

Melalui usaha yang ditekuni puluhan tahun itu produk tempe Minah sangat diminati oleh warga sekitar dan warga luar desa. Setiap harinya Minah memproduksi tempe sekitar 600 bungkus dari 6 Kg kedelai. Selanjutnya tempe dijual di pasar setelah disisakan untuk untuk dipasarkan di rumah. Dari bisnis berbahan baku kedelai ini Minah bisa meraup omset per bulannya hingga Rp.3.000.000,00. “Harapan saya, ke depan usaha ini bisa berkembang menjadi besar dan terkenal”, ungkap Minah disela-sela kesibukannya.(Dec ‘09)

Koresponden : Sinta Worogati, DIII Teknik Informatika – POLSA Kutoarjo.

Leave a Reply